Tri Budi Astuti

Tuti, lahir di dusun lereng kaki Gunung Lawu, pada tahun 1967, sebagai anak ke sepuluh dari sepuluh bersaudara, mempunyai 1 saudara kandung perempuan dan 8 saudara kandung laki-laki yang terlahir dari pasangan Ibu dan Bapak Hatmowirono (Rohimahumullah).

Tuti yang sejak SMA bercita-cita ingin bekerja di sebuah Bank, namun Allah berkendak lain. Tuti menyadari bahwa segala sesuatu yang Ia berikan adalah merupakan yang terbaik untuk hambaNya.

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al-Baqarah:216)”

Berawal dari pendidikan yang pas-pasan, Tuti menjadi wanita yang pantang menyerah, tahap demi tahap dapat menyelesaikan kuliah S2 dengan jurusan Ekonomi Syariah. Agar dapat berbagi ilmu, di waktu weekend-nya menjadwalkan untuk mengajar di sebuah Perguruan Tinggi. Hal ini merupakan kebahagiaan tersendiri bahwa di tengah-tengah kesibukannya sebagai karyawan pada PMA dibidang Oil and Gas, masih dapat mengalokasikan waktunya untuk beberapa kegiatan lainnya. Selain mengajar Tuti juga menjadi team Janais (kepengurusan dalam memuliakan jenasah) dan masih banyak amanah-amanah yang diembannya.

Tuti sejak kecil sering bermain dengan anak laki-laki, mungkin dikarenakan dalam keluarganya mayoritas kakak laki-laki, penggemar bermain jenis permainan laki-laki, seperti bermain bola, memanjat pohon, olah raga Taekwondo, mendaki gunung, dll.

Sudah lama Tuti berkeinginan menulis, namun belum kesampaian. Syukur alhamdulillah setelah mempunyai saudara2 pada komunitas SIMD (Sebelum Idemu Menjadi Debu) yang diketuai oleh Coach Iwan Pramana yang luar biasa juga teman-teman yang tak kalah luar biasa, maka kini Tuti dapat belajar menulis walau masih banyak belajar dari teman-teman dalam komunitas ini. Namun kali ini Tuti baru bisa menulis buku secara bareng-bareng, semoga dalam waktu dekat dapat menulis buku Solo, mohon dukungannya. Walau kini telah menyandang gelar Eyang, biasa dipanggil YangTi oleh ketiga jagoan cucu tercinta, namun Tuti masih tetap semangat untuk beraktivitas dengan tujuan agar waktu demi waktu dapat terisi dengan kegiatan yang tidak sia-sia dan penuh dengan keberkahan.

YangTi kini dipopulerkan dalam mengawali bisnisnya yakni  menjual Bawang goreng dan lainnya. Semoga kelak dapat merambah ke produk-produk lain. Aamiin.

Silahkan Follow IG @tribudiastuti67

{

“Syarat untuk menulis ada tiga yaitu: menulis, menulis, dan menulis.”

– Kuntowijoyo –

MASTERPIECE

Hasil Karya

Berikut buku-buku hasil karya Tri Budi Astuti :

Hubungi Kami

9 + 15 =